A28_ Septiawan Adi Saputra_Tugas Mandiri 10 (A & B)

A. Ringkasan 10 Poin Materi Pembelajaran ke-9 (Hakikat Penelitian)
  1. Esensi Penelitian: Penelitian merupakan proses terstruktur dan direncanakan untuk memperoleh pengetahuan yang sahih dan obyektif, bukan sekadar formalitas untuk memenuhi syarat akademi
  2. Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan mengembangkan teori, menyelesaikan masalah praktis atau konseptual, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
  3. Ciri Kegiatan Ilmiah: Suatu penelitian dikatakan ilmiah jika bersifat: Obyektif (berdasarkan fakta), Terstruktur (sistematis), Nyata (empiris), dan Dapat diuji ulang (replikatif)
  4. Integritas dan Etika Penelitian: Peneliti harus menjunjung kejujuran dan transparansi, melaporkan data sesuai kondisi sebenarnya, serta menghindari manipulasi atau rekayasa informasi./
  5. Dampak Plagiarisme: Menjiplak karya atau gagasan orang lain merusak kredibilitas ilmiah. Pencegahannya adalah dengan mencantumkan sumber secara benar dan menyusun daftar pustaka yang tepat.
  6. Metode Penelitian: Secara umum ada dua pendekatan: Kualitatif, untuk mendalami makna atau fenomena sosial; dan Kuantitatif, untuk menguji hipotesis menggunakan data numerik dan analisis statistik.
  7. Relasi Variabel: Dalam penelitian kuantitatif, penting memahami hubungan antara Variabel Bebas (X) sebagai faktor penyebab dan Variabel Terikat (Y) sebagai faktor yang dipengaruhi.
  8. Menemukan Celah Penelitian: Penelitian berkualitas biasanya lahir dari identifikasi “gap” atau aspek yang belum diteliti sebelumnya melalui kajian literatur yang mendalam.
  9. Pentingnya Fokus Penelitian: Topik harus dibatasi agar lebih spesifik, jelas, dan realistis. Misalnya, mempersempit tema luas menjadi subjek, lokasi, dan variabel tertentu yang bisa diukur.
  10. Strategi Memilih Topik: Pilihlah isu terkini yang relevan, pastikan data tersedia, dan konsultasikan dengan ahli agar penelitian memberikan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan.

B. Pertanyaan Pemantik (Triggering Questions)

1. Analogi Rumah:

  • Pondasi: Latar belakang masalah berfungsi sebagai dasar argumen penelitian.

  • Atap: Kesimpulan atau tujuan adalah pelindung dan hasil akhir penelitian.

  • Koherensi: Latar belakang harus selaras dengan rumusan masalah, karena rumusan masalah muncul dari kesenjangan yang dijelaskan di latar belakang. Tanpa koherensi, penelitian kehilangan arah.

2. Metodologi (Kualitatif vs Kuantitatif):

  • Penentu: Pilih metode sesuai tujuan. Gunakan kuantitatif untuk mengukur atau menguji teori, kualitatif untuk mendalami makna dan fenomena.

  • Elemen Kunci: Meliputi teknik pengumpulan data dan metode analisis data.

3. Konsekuensi Inkonsistensi:
Ketidaksesuaian antara rencana penelitian dan fakta lapangan dapat menyebabkan: hilangnya kredibilitas peneliti, data dianggap tidak valid, dan risiko gagal total saat sidang akhir.

4. Research Gap vs Duplikasi:

  • Research Gap: Menemukan celah yang belum diteliti sebelumnya (orisinal).

  • Duplikasi: Mengulang penelitian yang sudah ada tanpa memberi nilai tambah atau inovasi.

5. Revisi & Seminar:
Penting untuk menyempurnakan logika berpikir sebelum pengumpulan data.

6. Faktor Non-Teknis Penolakan:
Sikap defensif, ketidakmampuan menjelaskan alur pikir secara lisan, dan kurangnya penguasaan materi bisa menjadi penyebab proposal ditolak.


C. Pertanyaan Reflektif (Reflective Questions)

1. Bagian Paling Menantang:
Biasanya pada tinjauan pustaka. Solusinya: buat synthesis matrix (tabel perbandingan teori) untuk menghubungkan teori, bukan hanya menyalin.

2. Realisme Jadwal:
Idealism sering terlalu tinggi. Cara menyeimbangkannya adalah menyediakan waktu cadangan dan fokus pada batasan masalah yang sempit tapi mendalam.

3. Tanggung Jawab Etis:
Sangat besar. Menyebutkan sumber tanpa membaca atau memahami isinya adalah kebohongan akademik yang bisa merusak seluruh argumentasi.

4. Menuliskan Keterbatasan:
Jelaskan secara jujur aspek yang tidak bisa dicapai penelitian, misalnya keterbatasan jumlah sampel atau waktu, agar pembaca memahami batas validitas hasil.

5. Transparansi Metodologi:
Proposal dianggap transparan jika langkah-langkah penelitian dijelaskan sedetail mungkin sehingga orang lain bisa meniru penelitian persis hanya dengan membaca Bab Metodologi.

Comments

Popular posts from this blog

Bahasa Indonesia dalam Media Massa : Pilar Informasi Nasional

A28_Septiawan Adi Saputra_Tugas Mandiri 1

A28_ Septiawan Adi Saputra_Tugas Mandiri 3B