A28_ Septiawan Adi Saputra_Tugas Mandiri 11 (A & B)
A. 10 Poin Penting Proposal Penelitian
-
Definisi sebagai Peta Jalan
Proposal penelitian berfungsi sebagai “peta jalan intelektual” yang menjelaskan secara sistematis apa yang akan diteliti, mengapa penting, bagaimana pelaksanaannya, dan kapan target penyelesaiannya. -
Fungsi Cetak Biru (Blueprint)
Proposal menjadi panduan operasional yang jelas, agar peneliti tidak kehilangan arah saat menjalankan riset dari awal sampai akhir. -
Instrumen Persetujuan dan Pendanaan
Dokumen ini juga berfungsi sebagai alat formal untuk mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing atau institusi, sekaligus sebagai syarat untuk mengajukan dana penelitian. -
Indikator Kualitas Akademik
Proposal mencerminkan kesiapan peneliti, penguasaan teori, dan ketelitian dalam merancang metodologi penelitian. -
Urgensi Latar Belakang
Bagian latar belakang harus menyoroti kesenjangan antara teori dan kenyataan (praktik) sebagai alasan pentingnya penelitian dilakukan. -
Fokus Rumusan Masalah
Rumusan masalah perlu jelas, spesifik, dan dapat dijawab melalui metode penelitian yang sudah direncanakan. -
Pentingnya Research Gap
Melalui tinjauan pustaka, peneliti harus membuktikan bahwa penelitiannya menawarkan kontribusi baru, bukan hanya menyalin penelitian yang sudah ada. -
Ketepatan Pemilihan Metodologi
Pendekatan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau campuran) harus dipilih sesuai tujuan agar data yang diperoleh valid dan relevan. -
Koherensi dan Sistematika
Alur pemikiran dalam proposal harus konsisten dan logis, mulai dari Bab Pendahuluan sampai Bab Metodologi, sesuai standar ilmiah.
Komitmen dan Etika Akademik
Proposal mencerminkan tanggung jawab intelektual, wajib menjaga integritas, menyebut sumber secara benar (misal format APA), dan bebas dari plagiarisme.
A. Jawaban Pertanyaan Pemantik
1. Relevansi Sosial
Pertanyaan: Isu sosial atau lingkungan apa yang paling mendesak namun belum mendapat perhatian akademis yang memadai?
Jawaban: Isu yang mendesak tapi minim kajian biasanya terkait perubahan perilaku pasca-fenomena besar (misal adaptasi digital setelah pandemi) atau persoalan lingkungan spesifik daerah. Contohnya: pengelolaan sampah di pasar tradisional tertentu atau dampak psikososial pembangunan infrastruktur terhadap komunitas lokal. Kuncinya adalah menemukan “celah” antara isu yang terlihat di berita dan apa yang belum diteliti secara ilmiah.
2. Jembatan Teori & Realitas
Pertanyaan: Konsep atau teori apa yang relevan sebagai “kacamata” untuk menganalisis persoalan nyata?
Jawaban: Pemilihan teori disesuaikan dengan fenomena. Misalnya, jika fokus pada efektivitas organisasi, gunakan Teori Manajemen Strategis; jika fokus pada perilaku masyarakat, Teori Ekologi Sosial atau Teori Tindakan Komunikatif bisa dijadikan landasan. Teori membantu observasi lapangan menjadi lebih objektif dan memiliki dasar ilmiah.
3. Keterbatasan Data Awal
Pertanyaan: Sejauh mana proposal bisa kredibel hanya dengan data awal? Data apa yang paling penting?
Jawaban: Proposal tetap kredibel jika data awal menunjukkan urgensi masalah. Data paling penting adalah Data Kesenjangan (Gap Analysis), yang membandingkan kondisi ideal (teori/peraturan) dengan kenyataan di lapangan. Hasil wawancara singkat dengan 2–3 informan kunci atau observasi awal yang terdokumentasi sudah cukup untuk membuktikan bahwa masalah layak diteliti.
4. Kontribusi Unik (Novelty)
Pertanyaan: Apa nilai tambah (novelty) dari penelitian Anda?
Jawaban: Novelty tidak selalu tentang teori baru. Nilai tambah bisa berupa:
Metode Baru: Menggunakan Mixed Methods pada topik yang biasanya hanya diteliti kuantitatif.
Sudut Pandang Baru: Menerapkan teori lama untuk menganalisis fenomena teknologi modern.
5. Batasan Etika
Pertanyaan: Dilema etika apa yang mungkin muncul dan bagaimana mitigasinya?
Jawaban: Dilema utama biasanya terkait anonimitas dan kerahasiaan subjek. Mitigasinya: memberikan informed consent tertulis, menyamarkan identitas (misal inisial), dan memastikan data hanya digunakan untuk kepentingan akademik tanpa menyudutkan pihak manapun.
C. Pertanyaan Reflektif
1. Tantangan dan Adaptasi
Tantangan terbesar adalah menyelaraskan metode analisis dengan rumusan masalah. Solusinya adalah konsultasi tambahan dan merombak kerangka berpikir agar lebih logis dan runtut.
2. Peran Teori dan Realita
Teori X awalnya dianggap relevan, namun data awal menunjukkan variabel lokal lebih dominan. Hal ini memaksa kami menyesuaikan variabel dalam instrumen penelitian.
3. Proses Kolaborasi
Saya bertanggung jawab dalam penyusunan instrumen dan analisis data awal. Pelajaran penting: komunikasi rutin diperlukan agar bab latar belakang dan metodologi tetap konsisten.
4. Keterampilan Akademik
Berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling berkembang. Saya kini lebih mampu menilai kredibilitas data dan melihat masalah secara terstruktur menggunakan pendekatan metodologi.
5. Potensi Dampak
Harapan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi [sebutkan pihak terkait] untuk menangani [sebutkan masalah], sehingga menghasilkan perubahan nyata berdasarkan bukti ilmiah.
Comments
Post a Comment